Kunjungan UNESCO TEC ke FKIP UHAMKA merupakan sebuah forum diskusi potensi kerja sama yang dapat dilakukan dalam mengembangkan potensi keterampilan guru-guru di Indonesia terutama di UHAMKA melalui penelitian dan program pertukaran serta pelatihan di Teacher Education Center di bawah naungan UNESCO di Shanghai, China.
Kegiatan Diskusi dihadiri oleh Purnama Syae Purrohman selaku Dekan FKIP UHAMKA, Saiful Bari selaku Kepala BGTK Ditjen GTK PG, Ika Yatri selaku Wakil Dekan I UHAMKA, Zhu Xiaohu selaku Kepala Program UNESCO TEC, serta para delegasi dari UNESCO TEC Shanghai, Dosen dan para stakeholders dari UHAMKA yang hadir.
Purnama Syae Purrohman menyampaikan perihal kunjungan UNESCO TEC ke FKIP UHAMKA merupakan sebuah diskusi mengenai potensial kerja sama yang akan dilakukan dalam mengembangkan keterampilan tenaga pengajar melalui pengajara, penelitian dan pertukaran guru.
“UHAMKA kali ini kedatangan tamu kunjungan dari UNESCO TEC Shanghai China dalam melihat potensi yang dimiliki UHAMKA untuk penjajakan kerja sama antara kedua pihak, melalui pelatihan calon guru, riset kolaborasi dan pertukaran dosen atau tenaga pengajar,” ucap Purnama.
Selanjutnya, Saiful Bari selaku Plt. Kepala BGTK Ditjen GTK PG menyampaikan apresiasinya melalui gagasan kerja sama ini yammng akan dilakukan dengan UNESCO TEC dalam memberikan program pelatihan guru, dapat mengembangkan potensi keterampilan dan kompetensi guru di Indonesia terutama di UHAMKA.
“Alhamdulillah kita hari ini melakukan diskusi antar BGTK dan UHAMKA dengan UNESCO TEC Shanghai dalam membahas mengenai potensi kerja sama di bidang Teacher Training Program dan kami dari BGTK sangat mendukung kerja sama ini yang akan dilakukan dengan UNESCO TEC sebagai sebuah mitra kerja sama yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan program pelatihan guru yang kompeten,” ujar Saiful.
Dilain pihak, Zhu Xiaohu selaku Kepala Program UNESCO TEC menyampaikan harapannya melalui diskusi kerja sama ini dapat terwujud menjadi sebuah kerja sama kedepannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan antar negara melalui pertukaran pelajar, guru, dan dosen, terutama dalam merayakan 75 tahun kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan China.
“Tahun ini merupakan peringatan ke-75 tahun kerja sama pemerintah Indonesia dengan China terutama di bidang edukasi, kita berharap dapat menjalin kerja sama dengan UHAMKA kedepannya melalui pertukaran mahasiswa, guru dan dosen serta kolaborasi di bidang penelitian,” pungkas Zhu Xiaohu.
]]>MoU, MoA dan Benchmarking yang dilaksanakan UHAMKA dengan UMSI merupaka dalam rangka peningkatan kualitas mutu pendidikan perguruan tinggi di UMSI melalui kerja sama di bidang Catur Dharma PTMA dan diskusi peningkatan akreditasi dan kualitas pendidikan dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UHAMKA.
Agenda dihadiri oleh Ishaq Nuriadin selaku Kepala LPM UHAMKA, Lutphi Safahi selaku Sekretaris LPM UHAMKA, Budhi Akbar selaku Staf Ahli LPM UHAMKA, Dan Mugisidi selaku Dekan FTII UHAMKA, Rifky selaku Wakil Dekan I FTII UHAMKA, Prof. Umar Congge selaku Rektor UMSI, serta Jajaran Stakeholders dari UHAMKA dan UMSI yang hadir dalam kegiatan.
Ishaq Nuriadin selaku Ketua LPM UHAMKA menyampaikan bidang yang akan dikerja sama dengan UMSI meliputi peningkatan mutu dan akreditasi program studi yang ada di UMSI dan juga di UHAMKA.
“Alhamdulillah kerja sama UHAMKA dengan UMSI dalam peningkatan penjaminan mutu kualitas pendidikan melalui pengelolaan dan manajemen program studi dalam meningkatkan akreditasi, salah satunya dengan FTII UHAMKA dan beberapa program studi yang ada di UMSI,” ucap Ishaq.
Dilain pihak, Prof. Umar Congge selaku Rektor UMSI menyampaikan harapannya melalui kerja sama ini dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di lingkup Program Studi yang ada di UMSI serta kolaborasi dalam mewujudkan Catur Dharma PTMA.
“Kita berharap dari UHAMKA sebagai perguruan tinggi yang sudah terakreditasi Unggul, dapat menjadi mentor bagi UMSI melalui bimbingan dan arahan dalam penjaminan mutu pendidikan melalui pengembangan prodi serta kolaborasi riset dan juga pertukaran pelajar maupun dosen,” pungkas Prof. Umar.
]]>Acara ini dihadiri oleh Prof. Gunawan Suryoputro Rektor UHAMKA, Olivia P. Almario selaku Chair of Philippine Association for Teachers and Educators (PAFTE), Condro Nur Alim selaku Kepala ASKUI, dan sejumlah pimpinan/perwakilan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se- Indonesia.
Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA menyampaikan perihal Forum Internasional Indonesia dengan Filipina ini sebagai penguatan kolaborasi dan relasi kerja sama UHAMKA bersama PTMA dari seluruh Indonesia dengan 13 universitas dari Filipina.
“UHAMKA sebagai tuan rumah dan fasilitator dalam kegiatan Phillipines Center ini sebagai peningkatan internasionalisasi pendidikan kampus di lingkungan Universitas Muhammadiyah melalui penelitian, pendidikan dan juga pertukaran staff bersama 13 universitas dari Filipina dalam pertemuan ini. Melalui kerja sama ini, kita akan mengembangkan riset kita sebagai konsentrasi utama sehingga bisa memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat dan kehidupan sosial melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan,” ucap Prof. Gunawan.
Dilain pihak, Olivia P. Almario selaku Ketua PAFTE Filipina menyampaikan bahwa Forum Kerja Sama ini sebagai penguatan dan peningkatan internasionalisasi pendidikan kampus perguruan tinggi melalui pertukaran ide-ide dan gagasan yang nanti akan digarap dalam bentuk penelitian dan riset gabungan.
“Pertemuan ini merupakan ikhtiar kita dalam memajukan bidang pendidikan perguruan tinggi dengan kerja sama bersama universitas-universitas muhammadiyah untuk menghasilkan inovasi akademik. Forum ini tidak hanya sebuah rapat pertemuan saja, tetapi juga sebagai penguatan relasi dan pertukaran ide gagasan dalam menghasilkan rencana-rencana kerja sama dalam meningkatkan pendidikan tingkatan perguruan tinggi menjadi pendidikan bertaraf dan terakreditasi Internasional,” ujar Olivia.
Dalam agenda ini pula, UHAMKA menerima Piagam Kehormatan dari Philippine Association for Teachers and Educators (PAFTE) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan guru di tingkat internasional.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa UHAMKA aktif menjalin kolaborasi global dalam memperkuat mutu pendidikan, khususnya melalui kemitraan strategis, pertukaran pengetahuan, dan partisipasi dalam forum-forum akademik lintas negara.
]]>Pembangunan PSDKU UHAMKA akan diperuntukan untuk Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Bimbingan Konseling dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA yang nantinya akan difasilitasi dikawasan pendidikan terpadu PDM Cianjur yang bertempat di kawasan Pondok Pesantren Islamic Center Muhammadiyah Cianjur dengan lokasi strategis yaitu di tengah Kota Cianjur.
Kegiatan dihadiri oleh Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA, Anisia Kumala selaku Wakil Rektor I UHAMKA, Muhammad Dwifajri selaku Wakil Rektor IV UHAMKA, Ahmad Suhaeri sebagai Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UHAMKA, Purnama Syae Purrohman selaku Dekan FKIP UHAMKA, Ika Yatri selaku Wakil Dekan I FKIP UHAMKA serta staikholder UHAMKA kemudian dihadiri pula Saepul Ulum selaku Ketua PDM Cianjur beserta jajaran dari perwakilan PDM Cianjur yang hadir dalam kegiatan.
Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan kedepannya dapat diwujudkan dengan berdirinya PSDKU PGSD dan BK UHAMKA di wilayah Cianjur sebagai bagian dari ikhtiar UHAMKA yaitu memberikan pendidikan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Penjajakan kerja sama ini adalah sebagai langkah UHAMKA dalam memberikan pendidikan perguruan tinggi ke daerah diantaranya di Cianjur melalui pembangunan PSDKU untuk Prodi PGSD dan BK FKIP UHAMKA. Kedepannya, semoga penjajakan kerja sama ini dapat terwujud sehingga potensi pembangunan PSDKU UHAMKA dapat memfasilitasi masyarakat sekitar yang ingin kuliah di UHAMKA,” ucap Prof. Gunawan Suryoputro.
Selain penjajakan kerja sama dengan PDM Cianjur, UHAMKA juga melakukan penjajakan kerja sama dengan Sekolah Al-Azhary yang kedepannya juga akan ditindak lanjuti antara kedua pihak UHAMKA dan PDM Cianjur.
]]>Acara ini turut dihadiri oleh Subhan El Hafiz selaku Dekan FPsi UHAMKA, Ilham Mundzir selaku Wakil Dekan III dan IV FPsi UHAMKA, Puti Archianti selaku Kaprodi Psikologi FPsi UHAMKA, Ahmad Shamsuri bin Muhamad selaku narasumber sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Psikologi dan Konseling, Fakultas Pendidikan Universiti Malaya, dan stakeholders.
Subhan El Hafiz selaku Dekan FPsi UHAMKA menuturkan, bahwa tujuan dari kegiatan dosen tamu kuliah ini untuk memberikan inspirasi kepada para mahasiswa UHAMKA agar mereka dapat belajar dari siapapun maupun keadaan apapun dalam mencapai keberhasilan.
“Melalui kisah perjalanan dan perjuangan pak Ahmad Shamsuri Muhamad kami mendapat inspirasi. Dengan keterbatasan yang dimiliki dari tiap individu berbeda dapat diatasi jika mau berusaha semaksimal mungkin, sehingga kelak kita bisa memetik hasil kesuksesan dari usaha-usaha yang telah dilakukan,” tutur Subhan.
Dikesempatan yang sama, Ahmad Shamsuri bin Muhamad selaku narasumber sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Psikologi dan Konseling, Fakultas Pendidikan Universiti Malaya berpesan kepada para mahasiswa Psikologi UHAMKA untuk rajin belajar dan berusaha dalam menggapai kesuksesan. Tentu ia mengingatkan untuk terus berdoa dalam mengiringi usaha-usaha yang dilakukan.
“Untuk mahasiswa Psikologi UHAMKA saya ucapkan selamat maju jaya dan terus berusaha, karena hanya diri sendiri yang dapat menetukan kesuksesan di masa mendatang. Namun tetap saja harus diiringi doa untuk menjeput kesuksesan di masa mendatang,” ujar Ahmad Shamsuri.
]]>Kedatangan perwakilan Universitas Malaya Malaysia dalam rangka peluang kerja sama yang akan dilakukan dengan UHAMKA dalam bidang pertukaran pelajar atau Student Mobillity Program selama 1 semester dan juga beberapa program kerja sama di bidang akademik melalui penanda tanganan Memorandum of Agreement kedepannya.
Kegiatan dihadiri oleh Anisia Kumala selaku Wakil Rektor I UHAMKA, Ahmad Shamsuri bin Muhamad selaku Ketua Program Studi Pendidikan Psikologi dan Konseling, Fakultas Pendidikan Universitas Malaya Malaysia, Gufron Amirullah selaku Ketua Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran (LP3) UHAMKA, Arum Fatayan selaku Ketua Divisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) LP3 UHAMKA, Subhan El Hafiz selaku Dekan FPsi UHAMKA, Purnama Syae Purrohman selaku Dekan FKIP UHAMKA, Ari Khairurrijal selaku Wakil Dekan III dan IV FAI UHAMKA serta jajaran tenaga kependidikan UHAMKA yang hadir dalam kegiatan.
Anisia Kumala selaku Wakil Rektor I UHAMKA menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan sebuah penjajakan kerja sama yang akan dilakukan oleh UHAMKA dengan Universitas Malaya Malaysia untuk pertama kalinya yang nanti akan berfokus kepada Student Mobillity Exchange atau Program Pertukaran Pelajar.
”Pada kesempatan ini kita melakukan penjajakan kerja sama dengan Universitas Malaya, kebetulan UHAMKA belum pernah mengadakan kerja sama dengan Universitas Malaya Malaysia dan kedepannya kita akan fokuskan kerja sama di bidang Student Mobillity Program atau Pertukaran Mahasiswa,” ucap Anisia.
Selanjutnya, Ahmad Shamsuri bin Muhamad selaku Ketua Program Studi Pendidikan Psikologi dan Konseling, Fakultas Pendidikan Universitas Malaya Malaysia juga menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat terlaksana kedepannya melalui penanda tanganan Memorandum of Agreement dalam membangun institusi yang lebih maju dan mewujudkan visi internasional.
”Kedepannya kita akan melakukan penanda tanganan MoA antara UHAMKA dengan Universitas Malaya Malaysia dalam kerja sama untuk Student Mobillity dan juga kerja sama lainnya di bidang akademik. Semoga kerja sama ini dapat membawa manfaat kepada kedua institusi untuk kemajuan pendidikan dan mewujudkan visi institusi internasional,” pungkas Ahmad Shamsuri.
]]>Acara ini turut dihadiri oleh Prof Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA, Anisia Kumala selaku Wakil Rektor I UHAMKA, Muhammad Dwifajri selaku Wakil Rektor IV UHAMKA, Saepul Ulum selaku Ketua PDM Cianjur, Yose Rizal selaku Sekretaris PDM Cianjur, Abdul Haris selaku PDM Cianjur, dan Dadan Slamet Riyadi selaku Bendahara PDM Cianjur.
Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA menuturkan bahwa PDM Cianjur mengajak UHAMKA untuk melakukan kolaborasi dalam bidang pengembangan pedidikan tinggi dan pengembangan edu wisata di daerah Cianjur. Pihaknya merespon baik dari peluang kolaborasi bersama PDM Cianjur diantaranya untuk mendirikan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Cianjur.
“Alhamdulillah, ini merupakan kesempatan yang baik dari kolaborasi PDM Cianjur, diantaranya akan mendirikian PSDKU UHAMKA. Yang nantinya tentu prodi-prodi terakreditasi unggul akan dihadrikan di Cianjur. Hal ini juga bukan hanya untuk paryisipasi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) tetapi juga sebagai media dakwah persyarikatan,” tutur Pro. Gunawan.
Sementara itu, Saepul Ulum selaku Ketua PDM Cianjur mengatakan, pihaknya selain melakukan silaturahmi dengan UHAMKA juga melakukan penguatan kerja sama terkait rencana untuk mendirikan PSDKU di Cianjur.
“Alhamdulillah hari ini kami mengajak dan meminta UHAMKA untuk membina agar di Cianjur dapat didirikan PSDKU. InsyaAllah dalam waktu dekat akan beropErasi PSDKU di Cianjur ini, prodi yang diusulkan tentu saja telah memiliki akreditasi unggul dan mempunyai animo yang besar di Cianjur, satu diantaranya ialah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dan tentunya hal ini berkaitan untuk menjadi solusi peningkatan SDM di Cianjur,” ujar Saepul.
]]>Acara ini turut dihadiri oleh Prof Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA, Prof Nani Solihati selaku Wakil Rektor III UHAMKA, Akbar Nadjar Hendra selaku Ketua Lembaga Perangkingan, Urusan Internasional dan Kerja Sama UHAMKA, Ratih Novita Sari selaku Kepala Divisi KUI UHAMKA, Prof Herri Mulyono selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Publikasi UHAMKA, Ratih Novita Sari selaku Kepala Divisi Urusan Internasional dan Kerja Sama UHAMKA, Chair Professor Yinghue Chen selaku Dekan Fakultas Internasional, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Direktur Pusat Pengembangan Pengajaran Bahasa dan Riset dan Direktur Pusat Bahasa Cina Universitas Asia, Lee Tsung Ming selaku Presiden Penerbit Melody, Pimpinan Nasional ke-8 Universitas Kaohsiung Alumni Association, Alice Huang selaku Manajer Pemasaran Penertbit Melody, Bonnie selaku Editor Penerbit Melody dan stakeholders.
Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA menyampaikan bahwa kerja sama UHAMKA dengan pihak delegasi dari Taiwan mencakup 3 program diantaranya yaitu Penerbitan Buku ajar dengan Penerbit Melody, Magang di Universitas dan Industri di Taiwan, dan Pelatihan Bagi Imigran Indonesia yang ada di Taiwan.
“Alhamdulillah, UHAMKA hari ini mengadakan kerja sama dengan Taiwan di 3 program yaitu pertama penerbitan buku ajar, magang dan internship mahasiswa di Taiwan dan pelatihan juga pendidikan imigran indonesia di Taiwan. Melalui kerja sama dengan penerbit Melody di Taiwan dan juga dengan beberapa universitas yang ada di Taiwan,” tutur Prof. Gunawan.
Selanjutnya, Chair Professor Yinghue Chen menyampaikan apresiasinya kepada UHAMKA atas penyambutannya untuk kerja sama ini yang nanti akan bergerak di bidang publikasi dengan Penerbit Melody dan juga penawaran program magang luar negeri di industri-industri di Taiwan bagi mahasiswa UHAMKA.
“Terima kasih kepada UHAMKA sebagai salah satu universitas terbaik dalam menyambut kami untuk kerja sama ini dimana penerbit Melody salah satu penerbit terbesar di Taiwan untuk melihat kolaborasi di UHAMKA dalam rangka publikasi dan produksi buku bagi para pelajar. Juga menawarkan program magang bagi siswa UHAMKA untuk memiliki koneksi kuat dengan industri di Taiwan dalam memiliki pengalaman kerja di Taiwan juga kolaborasi,” ucap Chair Professor Yinghue Chen.
]]>Kegiatan ini dihadiri oleh Gufron Amirullah selaku Ketua Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran (LP3) UHAMKA, Arum Fatayan selaku Ketua Divisi Merdeka Kampus Merdeka (MBKM) LP3 UHAMKA, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Purwidianto selaku Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA, Moh. Yusuf Djeli selaku Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Industri dan Informatika (FTII) UHAMKA, Ahmad Said selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) UHAMKA, dan Hamdil Mukhlishin selaku Koordnator Pertukaran Mahasiswa UM Pontianak dan 8 Mahasiswa UM Pontianak.
Arum Fatayan selaku Ketua Divisi Merdeka Kampus Merdeka (MBKM) LP3 UHAMKA menuturkan bahwa 8 mahasiswa tersebut akan dikirimkan ke 4 fakultas yang ada di UHAMKA, diantaranya FAI, FTII, FIKES dan Fakultas Psikologi. Pertukaran mahasiswa ini merupakan satu diantara program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Perkuliahan yang mereka jalani di UHAMKA akan memberi kontribusi yang banyak untuk mahasiswa itu sendiri. Baik dari pembelajaran di kelas maupun lintas teman,”tutur Arum.
Hamdil Mukhlishin selaku Koordinator Pertukaran Mahasiswa UM Pontianak mengatakan, kurang lebih 8 mahasiswa yang dikirimkan ke UHAMKA akan melakukan proses perkuliahan selama 4 bulan. Selain untuk mengantar mahasiswa pertukaran, pihaknya ingin menginisiasi kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) kedepannya.
“Mahasiswa kami dikirimkan ke UHAMKA karena, UHAMKA merupakan universitas unggul di Jakarta. Jadi memang kami yakin kualitas pembelajaran di UHAMKA ini lebih baik dan mereka juga dapat menerima berbagai pengalaman,” ujar Hamdil.
]]>Kedatangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Canberra Australia merupakan penjajakan rencana kerja sama yang akan dilakukan oleh UHAMKA dengan lembaga pendidikan terutama Universitas yang ada di Australia dalam rangka mewujudkan visi internasionalisasi institusi.
Kegiatan dihadiri oleh Anisia Kumala selaku Wakil Rektor I UHAMKA, Muhammad Dwifajri selaku Wakil Rektor IV UHAMKA, Prof. Mukhamad Najib selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Canberra Australia, Subhan El Hafiz Dekan Fakultas Psikologi UHAMKA, Ai Fatimah Nur Fuad selaku Dekan Fakultas Agama Islam UHAMKA, dan jajaran kaprodi serta tenaga kependidik UHAMKA yang hadir dalam kegiatan.
Dalam sambutannya, Anisia Kumala selaku Wakil Rektor I UHAMKA menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah yang pertama kalinya dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Canberra dalam rangka penjajakan kerja sama mewujudkan visi internasionalisasi institusi.
”Ini merupakan pertemuan pertama dalam membuka peluang bagi UHAMKA agar bisa menjalin kerja sama dengan universitas yang ada di Australia. Penyampaian materi nanti yang akan diberikan oleh Prof. Najib akan dapat menjadi tumpuan kita untuk mewujudkan visi internasionalisasi institusi perguruan tinggi,” ucap Anisia.
Selanjutnya, Prof. Mukhamad Najib selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Canberra Australia menyampaikan pentingnya kerja sama yang harus dilakukan dengan institusi-institusi di Australia dimana merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan di peringkat 10 terbaik dan juga sebagai langkah bagi UHAMKA untuk menciptakan Agent of Change.
”Tugas Atase pendidikan adalah meningkatkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dengan Australia dalam membantu proses internasionalisasi universitas yang ada di Indonesia, salah satunya adalah UHAMKA. Terlebih lagi ini merupakan peluang yang baik untuk dikembangkang dimana australia sistem pendidikannya masuk ke 10 besar dunia, sehingga lulusan UHAMKA nanti dapat menjadi Agent of Change bagi Indonesia,” pungkas Prof. Najib.
]]>